Showing posts with label hangout. Show all posts
Showing posts with label hangout. Show all posts

Friday, March 25, 2011

Soto Kudus di Jakal Km.8 Barat Jalan :D

Dalam rangka menyambut kembalinya teman saya yang baru-baru ini turun gunung, dan sebelum saya pergi dari Jogja untuk jangka waktu yang belum ditentukan, kami berbolang ria, berawal dari rencana makan bareng kami memacu motor menuju kawasan utara.

Sebelumnya dia mampir ke kos saya dulu selama beberapa saat tanpa menemukan kesepakatan mau dikasih makan apa cacing-cacing kelaparan di perut ini. Kesepakatan kami klasik: sambil jalan ajalah.

Di jalan, "Jadi kita mau makan apa, Nda?"
"Kamu mau makan apa?"
"Kalo sama kamu aku ingetnya ramen, hahaha" seriously wajah teman saya ini tak mirip mie, rumput laut, naruto, atau mangkok segede gaban yang identik dengan ramen kesukaan kami, tapi saya selalu inget ramen ketika berencana makan bersamanya. Lalu motor menyusuri jalan menuju TKP, tempat Chef Dony mangkal, hehehe, namanya Sapporo Ramen, tepat di seberang kebun buah naga di km 10,9 (kalo ga salah), tapi saya inget banget warung ramen ini ada persis di samping kantor notaris, tebak siapa namanya? KENTI something, sodara-sodara... (Oh seandainya saya punya foto papan nama notaris itu!!!)

Motor melaju dengan lambat sembari kami menikmati obrolan ringan di atas motor. Hujan kampret yang dengan tak tahu dirinya sok romantis menemani malam itu, bikin saya ngebut bawa motor supaya lebih cepat sampai, tapiii emang dasar hujannya gak bisa ditebak, dia menggila dan baju saya kuyup sebelum sampai ke Chef Dony, saking derasnya saya terpaksa menepikan motor di tempat makan terdekat dan harus hepi dengan pilihan yang ada, heuheu. Kebetulan, nemu warung soto kudus yang bahkan namanya saya tak ingat, di sekitar km. 8 gitu deh.

Soto yang uapnya mengepul jadi teman yang pas saat hujan deras dan kedinginan. Rasa sotonya biasa aja sih, tipikal soto kudus yang kuat aroma bawang putihnya dari taburan bawang putih goreng di atas soto yang berisi toge dan ayam, tapi saya lahap menyantap sajian soto ini dengan beberapa potong perkedel dan banyak sambal pastinya, hehe. Tempatnya bersih, sederhana dan cukup mewakili gaya jawa-kudus dengan lukisan, ornamen ukiran dan lampu gantungnya, lumayan, tapi masih kalah "tradisional" dengan yang di Jl. Monjali deket pom bensin, namun karena berbagai romantisme yang mengiringi, mulai dari menyambut teman, semacam perpisahan, hingga hujan yang ujug-ujug mengguyur, tempat ini jadi istimewa :)

Monday, February 28, 2011

Phuket Thai Resto

Food: 8

Service: 7

Price: Fair

Place/Atmosphere: OK



Teman saya ulang tahun, horeee!
Itu artinya kencan dan makan-makan dan rumpi-rumpi ;)

Dibawalah saya memanjakan mata dan perut ke Phuket Thai Resto di dekat jembatan layang lempuyangan. Cabang ini cukup bersejarah baik bagi pemiliknya maupun bagi saya. Di sinilah, berdasarkan pengamatan saya, Phuket Resto pertama kali dibuka. Walaupun waktu itu resto ini hanyalah tempat makan sempit yang seadanya, tapi keramahan pemiliknya yang menyambut kedatangan gerombolan saya yang kena musibah ban bocor, ditambah pelayanannya yang terbilang tak terlalu lama, dan yang penting, rasa masakannya, restoran ini menjadi pilihan.

Tak lama berselang, restoran ini diperluas, dipercantik, dan diperbanyak. Ya, saat ini setahu saya sudah ada 2 cabang lain yang ada di Jogja. Dalam waktu tak begitu lama, pengelolaan yang baik dan masakan yang terjaga kualitasnya, membuat restoran ini menjadi favorit masyarakat Jogja.


Dari suasana dan tempat, restoran keluarga ini tak memiliki ciri khas desain yang membuat orang langsung mengenal Phuket dari desain eksterior dan interiornya, karena ketiga restoran yang ada memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Mungkin memang mereka jauh lebih mementingkan makanan dan servisnya ketimbang asosiasi dengan alat lain sebagai senjata marketing (misalnya Waroeng Steak yang langsung dikenali dengan logo dan cat kuning-hitamnya). Bagaimanapun Phuket tetap jadi referensi bagi saya pribadi ;)

Pilihan masakannya cukup beragam mulai dari olahan daging sapi, ayam, seafood, sayuran.







Favorit saya yang rasanya sudah berubah lebih gurih mentega dibanding saat pertama kali ke sini: Roti Naan. Saya lebih suka versi lamanya.