Tuesday, January 11, 2011

Sapi Bali

Food: 7

Service: -

Price: Fair

Place/Atmosphere: -



Banyak tempat makan keluarga yang terletak di antara jalan palagan tentara pelajar dan jalan kaliurang. Salah satunya adalah Sapi Bali, seperti namanya, rumah makan yang terletak di pinggir sawah ini menyediakan olahan sapi dengan bumbu khas Bali. Iga Bakar (35K IDR) adalah menu andalannya selain juga menyediakan olahan ayam dan bebek (20 ribuan).

Hari minggu itu saya bersama dua orang teman memesan Iga Bakar dan Sup Iga yang seharusnya ditemani Lawar Kacang Panjang , yang ternyata sedang kosong. Cincau Bali (Daluman) yang saya pesan pun kosong sehingga saya hanya memesan Lemon Squash yang mudah didapat di rumah makan lain.

Rumah makan ini bersebelahan dengan Warung Kepiting Dogen. Saya baru tahu kedua rumah makan ini bekerjasama, tepatnya pemiliknya sama, hingga menu di warung sebelah bisa dipesan dari tempat saya makan, dan sebaliknya, terlebih mereka memiliki kesamaan di beberapa pilihan menunya. Teman saya memesan setengah porsi Kepiting Jantan Saus Bulldog (pilihan saus lainnya: senyum manis –jangan tanya saya kenapa saus bisa tersenyum-, saus tauco dan saus tiram) yang dibanderol mulai 70K IDR. Saus bulldognya dominan dengan pedas lada hitam, dan bumbu yang kuat, so spicy rasanya… gue banget, yay! Olahan kepiting yang cukup membuat bibir kemerah-merahan sexy (atau belepotan saus seperti teman saya…)

Kami yang selalu dalam masa pertumbuhan melupakan fakta bahwa kami hanya bertiga dan memesan terlalu banyak makanan untuk dihabiskan. Saya sendiri melahap 2 piring nasi dengan rakus sebelum menghabiskan iga bakarnya, yang pada akhirnya tentu saja tak sanggup saya lahap tuntas. Saya lupa tak perlu banyak nasi untuk pendamping iga bakar porsi besar karena daging cepat membuat kenyang. Sigh dasar orang Indonesia, nasi setumpuk, lauknya secuil. Bahkan ketika lauk melimpah pun tak dihabiskan karena perut sudah terisi terlalu banyak nasi. Kepiting saus bulldog pesanan teman saya akan terbuang sia-sia pula seandainya tak datang bantuan personel yang konon perutnya macam blackhole, pemakan segala.

Soal pelayanan kebetulan saya tak merasa perlu membahasnya karena andalan mereka adalah makanannya, bukan suasana atau pelayanan.

No comments:

Post a Comment